Intelijent Perancis Dipertanyakan Pasca Teror Bom
Badan Intelijen Perancis menghadapi berbagai kritikan dan pengawasan intens terkait apakah mereka seharusnya bisa mencegah serangan mematikan di Paris yang terjadi pada Jumat (13/11), menewaskan setidaknya 153 orang dan melukai ratusan lainnya. Manntan pejabat kontraterorisme di layanan eksternal Perancis, DGSE, Yves Trotignon membela pihak intelijen Perancis dengan berpendapat bahwa skala dan kompleksitas serangan para ekstremis kali ini cukup membuat bidang pertahanan negara kewalahan. Trotignon mengungkapkan bahwa dinas keamanan Perancis telah lama mengkhawatirkan serangan teror semacam ini terjadi. Menurutnya, intelijen Perancis telah menggunakan serangan teroris di Mumbai pada November 2008 lalu sebagai rujukan mereka dalam mempertahankan negara. Serangan di mumbai terjadi pada fasilitas umum yang ramai dan diluncurkan oleh sejumlah teroris yang bertujuan membunuh sebanyak mungkin orang. Meski menjadikan s...